Orang-orang yang bersuka-ria menyaksikan Celakalah orang-orang yang meruntuhkan Dengan bom dan roket serta meriam Mereka dilaknat ketika mereka bersukaria menyaksikannya, Melihat apa yang mereka lakukan kepada orang-orang yang beriman. Mereka lakukan kerana orang-orang itu beriman kepada Allah Tuhan yang menguasai segala alam langit dan bumi. Ketahuilah, Allah sentiasa menyaksikan apa yang kamu lakukan. Sesungguhnya orang-orang yang menimpakan bencana kepada orang-orang beriman, kemudian mereka tidak bertaubat, Mereka akan beroleh azab neraka Jahannam Mereka akan beroleh azab api yang hebat lagi membakar. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, Mereka akan beroleh Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai yang demikian itu ialah kemenangan yang besar. Sesungguhnya azab Tuhanmu amatlah berat. Kerajaan Himyar, raja Tubbak Bersuka-ria membakar orang-orang beriman Laknat Allah telah menhancurkannya Tiada lagi bekas dan puing-puingnya.
sad song
Indonesian
The lyrics evoke a powerful sense of grief and condemnation towards the oppressors. There is a feeling of despair for those suffering from violence, paired with an assertion of faith and hope for divine justice. The contrast between joy in oppression and the promise of punishment creates a significant emotional weight.
This song could be used in situations of social justice activism, religious gatherings emphasizing faith resilience, or as a reflection on historical injustices. It serves as a reminder of the consequences of faith-driven persecution.
The lyrics employ rhythmic spoken word techniques, with a strong narrative structure. It utilizes vivid imagery and strong contrasts, alongside repetitive patterns to emphasize core themes of justice and divine observation. The language is emotive and carries a didactic purpose, aiming to reflect on moral conduct and the implications of actions against the faithful.
Orang-orang yang bersuka-ria menyaksikan Celakalah orang-orang yang meruntuhkan Dengan bom dan roket serta meriam Mereka dilaknat ketika mereka bersukaria menyaksikannya, Melihat apa yang mereka lakukan kepada orang-orang yang beriman. Mereka lakukan kerana orang-orang itu beriman kepada Allah Tuhan yang menguasai segala alam langit dan bumi. Ketahuilah, Allah sentiasa menyaksikan apa yang kamu lakukan. Sesungguhnya orang-orang yang menimpakan bencana kepada orang-orang beriman, kemudian mereka tidak bertaubat, Mereka akan beroleh azab neraka Jahannam Mereka akan beroleh azab api yang hebat lagi membakar. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, Mereka akan beroleh Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai yang demikian itu ialah kemenangan yang besar. Sesungguhnya azab Tuhanmu amatlah berat. Kerajaan Himyar, raja Tubbak Bersuka-ria membakar orang-orang beriman Laknat Allah telah menhancurkannya Tiada lagi bekas dan puing-puingnya.
Orang-orang yang bersuka-ria menyaksikan Celakalah orang-orang yang meruntuhkan Dengan bom dan roket serta meriam Mereka dilaknat ketika mereka bersukaria menyaksikannya, Melihat apa yang mereka lakukan kepada orang-orang yang beriman. Mereka lakukan kerana orang-orang itu beriman kepada Allah Tuhan yang menguasai segala alam langit dan bumi. Ketahuilah, Allah sentiasa menyaksikan apa yang kamu lakukan. Sesungguhnya orang-orang yang menimpakan bencana kepada orang-orang beriman, kemudian mereka tidak bertaubat, Mereka akan beroleh azab neraka Jahannam Mereka akan beroleh azab api yang hebat lagi membakar. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, Mereka akan beroleh Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai yang demikian itu ialah kemenangan yang besar. Sesungguhnya azab Tuhanmu amatlah berat. Kerajaan Himyar, raja Tubbak Bersuka-ria membakar orang-orang beriman Laknat Allah telah menhancurkannya Tiada lagi bekas dan puing-puingnya.